Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

PNS Bagian Dari Anshar Para Thaghut.

Ketahuilah bahwa tidak mungkin bagi orang kafir melakukan kerusakan dibumi ini atau menganiaya suatu umat dari manusia kecuali dengan kawanan pembantu yang membantu dia atas kedhalimannya dan pengrusakannya serta mereka melindungi dia dari orang-orang yang ingin membalasnya. 

Jadi orang kafir tidak akan bisa berdiri dan merusak kecuali dengan kawanan pembantu dan anshar dan dari sinilah Allah ta’ala berfirman:
وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّار

ُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka…”(Hud: 113)
Para ulama mengatakan: “Ar Rukun” adalah kecenderungan yang sedikit.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Dan begitu juga yang diriwayatkan dalam sebuah atsar: “Bila terjadi hari kiamat, maka dikatakan: Mana orang-orang yang dhalim dan kawanan pembantu mereka? -atau berkata: dan sejawat sejawat mereka- maka mereka dikumpulkan dalam peti-peti dari api kemudian mereka dilemparkan ke Neraka” Dan banyak salaf mengatakan: kawanan pembantu orang-orang dhalim adalah orang yang membantu mereka, walaupun ia sekedar mengencerkan tinta dan meruncingkan pena buat mereka. Dan di antara salaf ada yang berkata: Bahkan orang yang mencucikan pakaian mereka termasuk dalam kawanan pembantu mereka. Dan kawanan pembantu mereka itu adalah termasuk teman sejawat mereka yang disebutkan dalam ayat (Ash-Shaffat: 22, pent) karena orang yang membantu terhadap kebajikan dan taqwa adalah tergolong pelaku hal itu dan orang-orang yang membantu terhadap dosa dan aniaya adalah tergolong pelaku hal itu. 
Allah ta’ala berfirman:
مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْشَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا
“Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa yang memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya…”(An Nisa’: 85)
Yang memberi syafa’at adalah orang yang membantu yang lain sehingga ia menjadi genap bersamanya setelah sebelumnya ia ganjil. Oleh sebab itu syafa’at yang baik ditafsirkan dengan membantu orang-orang mukmin terhadap jihad sedangkan syafaat yang buruk ditafsirkan dengan membantu orang kafir terhadap memerangi kaum mukminin sebagaimana hal itu dituturkan oleh Ibnu Jarir dan Abu Sulaiman(Majmu Al Fatawa, 7/64)
Maka penguasa kafir itu tidak akan bercokol dan juga hukum-hukum kafir serta apa yang ditimbulkannya berupa kerusakan yang besar dinegeri kaum muslimin tidak akan berlangsung kecuali dengan anshar para penguasa thaghut itu, sama saja dalam hal itu anshar thaghut dengan ucapan yang menyesatkan manusia dan membuat pengkaburan ditengah mereka atau anshar dia dengan perbuatan melindungi para penguasa dan undang-undang, menjaga mereka dari orang-orang yang berupaya melawan mereka, serta membantu mereka terhadap orang tersebut. Oleh sebab itu tidak aneh bila Allah mensifati bala tentara penguasa kafir dengan‘pasak’karena merekalah yang mengokohkan kekuasaan dan pemerintahannya dan mereka sebab keberlangsungan kekafiran dalam firman-Nya ta’ala:
وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ (١٠)
“Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak(tentara yang banyak)”.(Al Fajr: 10)
Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini: Allah Yang Maha Mulia berfirman: “Apakah kamu tidak melihat apa yang Allah lakukan kepada Fir’aun yang memiliki pasak-pasak.”
 Para ahli takwil (tafsir) berselisih pendapat tentang makna firman Allah yang berbunyi: “yang mempunyai pasak-pasak” dan apa alasan dikatakan hal itu baginya? Sebagian mereka mengatakan: Makna itu adalah yang memiliki banyak tentara menguatkan baginya, pemerintahannya dan mereka berkata:“pasak-pasak”ditempat ini berarti bala tentara. (Tafsir Ath Thabari,30/179).
Dan ini semuanya dalam penjelasan kejahatan ansharuth thawaghit dan bahwa merekalah sebab sebenarnya untuk keberlangsungan kekafiran dan kerusakan sehingga tidak mungkin bagi orang kafir merusak ummat dan mendhaliminya kecuali dengan kawanan pembantu yang membantunya.Bila saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata:
أنا برئ من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين
“Saya berlepas diri dari setiap muslim yang menetap ditengah-tengah kaum musyrikin”.
Maka bagaimana dengan orang yang membantu mereka terhadap kekafirannya dan bagaimana dengan orang yang membantu mereka terhadap sikap mereka menyakiti dan memerangi kaum muslimin? Dan dari sisi realita, maka sesungguhnya peperangan kaum muslimin melawan para thaghut penguasa dalam rangka mencopot mereka dengan mengangkat penguasa muslim sebenarnya adalah melawan anshar mereka dari kalangan militer dan lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
أو مد لهم مدة قلم فاحشروهم معهم 

إذا كان يوم القيامة نادى مناد اين الظلمة وأعوانهم من الق لهم دواة أو ربط لهم كيساً 
“Bila di hari kiamat maka penyeru menyerukan: Mana orang-orang zalim dan para pembantu mereka, barangsiapa mencairkan tinta bagi mereka atau mengikatkan karung bagi mereka atau memberikan tinta pena bagi mereka, maka kumpulkanlah mereka itu bersama mereka ” 
“Sungguh Al Imam Ahmad rahimahullah ditanya oleh sipir penjara saat beliau berada di dalam penjara, dia berkata: “Wahai Abu Abdillah, apakah hadits yang diriwayatkan tentang orang￾orang zalim dan para pembantunya itu shahih?”, Maka Al Imam Ahmad menjawab: “Ya”. Maka  

si sipir berkata: “Berarti saya termasuk para pembantu orang-orang zalim?” Maka Al Imam Ahmad berkata: “Para pembantu orang-orang zalim itu adalah orang yang mencukur

rambutmu, mencucikan pakaianmu, menyediakan makananmu, serta yang menjual dan  

membeli darimu, adapun kamu maka termasuk orang-orang yang zalim itu.” (Dituturkan oleh

Ibnul Jauzi dalam Manaqib Al Imam Ahmad hal: 397)  

 

Juga masuk ke dalam bagian ini adalah para i’lamiyyun seperti orang-orang media yang  

membela thaghut dengan lisan dan atau tulisannya, yang menyebarkan paham (isme) thaghut atau membela sistem thaghut dengan lisannya melalui media-media mereka, baik itu televisi,  

media cetak, radio atau melalui apa saja yang membela-bela thaghut dan membantu  

mengokohkan sistem thaghut, maka ini termasuk anshar thaghut. ( Seri Materi Tauhid bab 11.Anshar Thaghut )
Perhatikanlah kalimat terakhirnya, ” membela sistem thaghut dengan lisannya melalui media-media mereka, baik itu televisi,  

media cetak, radio atau melalui apa saja yang membela-bela thaghut dan membantu  

mengokohkan sistem thaghut, maka ini termasuk anshar thaghut.” Jadi didalamnya termasuk juga Pegawai Negri Sipil (PNS) negri tersebut termasuk dalam jajaran anshar thaghut yang membantu mengokohkan sistem thaghut dan hal ini mungkin terlupakan oleh kita.
Wallahu ta’ala a’lam….

KHILAFAH DAWLAH ISLAM : MERATAKAN DAN MEBONGKAR SETIAP KUBURAN YANG TIDAK SESUAI SYARIAT ALLAH.

”Maukah kamu saya beri tugas sebagaimana tugas yang pernah diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadaku? Jangan biarkan gambar makhluk bernyawa, sampai kamu merusaknya, dan jangan biarkan kuburan yang ditinggikan, sampai kamu meratakannya.”[HR. Ahmad 741, Muslim 969, Abu Daud 3218, Turmudzi 1049, Abdurrazaq dalam Mushanaf 6487, al-Hakim dalam al-Mustadrak 1366, dan beberapa ulama lainnya].

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).”[HR. Muslim no. 968]

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata :
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْه
ِ“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.”[HR. Muslim no. 970, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushanaf 11764,dan yang lainnya]

Sufyan bin Dinar at-Tammar Rahimahullah (seorang ulama tabiin)
,أَنَّهُ رَأَى قَبْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسَنَّمًا
”Bahwa beliau melihat makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bentuk gundukan.”[HR. Bukhari 2/103.Dalam riwayat lain, Sufyan at-Tammar mengatakan,

دخلت البيت الذي فيه قبر النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فرأيت قبر النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وقبر أبي بكر وعمر مُسنَّمةً

”Saya masuk ke rumah yang di dalamnya ada makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku lihat makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar dalam bentuk gundukan.”[HR. Ibn Abi Syaibah 11734].

Persaksian lain disampaikan oleh tiga ulama senior tabiin, Abu Ja’far, Salim murid Ibn Umar, dan al-Qosim bin Muhammad cucu Abu Bakr as-Shidiq. Mereka mengatakan,
كان قبر النبي صلى الله عليه وسلم وأبي بكر، وعمر جثى قبلة نصب لهم اللبن نصبا، ولحد لهم لحدا
Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, dan Umar berupa gundukan menyerong kiblat, diberi batu nisan, dan dimakamkan dalam liang lahat.[HR. Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushanaf 11634].

KEGANJILAN “KHAWARIJ” MASA KINI IALAH MEREKA BERJIHAD MENENTANG KUFFAR

Khawarij, rasanya semua orang sedia maklum siapakah golongan ini. Malah dizaman penuh fitnah ini terutamanya dengan fitnah yang berlaku dibumi Syam, umat Islam paling jahil sekalipun faham siapakah khawarij walaupun buta dengan sifat-sifat khawarij.

Jika ditanya apakah maksud ringkas khawarij, rata-rata akan menjawab mereka ialah golongan yang bertopengkan Islam dan keras dalam menjatuhkan hukum dan gemar mengkafirkan(Takfir) mereka yang bukan dari golongan mereka(khawarij). Hanya dengan pengertian ringkas ini, ramai umat Islam yang jahil akan menuding jari kepada satu tandzim atau lebih tepat lagi IS/Dawlah Islamiyyah.

Mereka dengan mudah mengikut pandangan ini disebabkan IS keras dalam menjalankan hukuman Islam dan memerangi mujahidin dan jika ditanya siapakah yang melihat sendiri “kekhawarijan” IS, mereka berkata para “mujahidin” syam yang menjadi saksi tentang kekejaman IS.

Wahai orang-orang yang dungu, sebelum memanggil sesuatu kumpulan/tandzim sbg Khawarij, adakah kamu benar-benar memahami apa itu khawarij dan sifat-sifat mereka? Lihat dulu sifat2 khawarij yang dinyatakan iaitu:

1. Suka mencela dan menganggap sesat.

2. Berprasangka buruk(Su’udzan)

3. Berlebihan dalam beribadah

4. Berlembut dengan kuffar dan keras terhadap kaum Muslimin

5. Sedikitnya pengetahuan tentang Fiqh’

Jika dilihat sekali imbas, seolah-olah IS lebih tepat mempunyai sifat2 tersebut.TAPI BENARKAH? Tanya kepada golongan yang menyamakan sifat2 diataa dengan IS soalan2 berikut:

1) Benarkah yang IS sering sesatkan dan mencela kaum Muslimin? Jika ya nyatakan siapakah yang IS sesatkan dan benarkah mereka tersebut disalah tuduh oleh IS.

2) Benarkah IS sering berprasangka buruk? Jika ya kemukan bukti apakah yang IS berprasangka buruk tersebut?

3) Benarkah IS sering berlebihan dalam ibadah kerana perkara yang berlebihan dalam ibadah ialah suka mengada-adakan sesuatu yg tidak pernah Nabi(saw) ajarkan(bida’ah). Jika ya apakah amalan bida’ah yang dilakukan IS?

4) Benarkah IS berlembut dengan kuffar dan keras terhadap kaum Muslimin? Jika ya, nyatakan bukti pasukan/negara kuffar IS ambil sebagai sekutu dan kaum Muslimin manakah yang ditindas IS?

5) Benarkah IS kurang pengetahuan dalam ilmu Fiqh? Jik ya, nyatakan dimanakah kekurangan tersebut?

Cukuplah bertanyakan soalan tersebut, anda akan mendapati pelbagai jawapan karut,spinning dan teori bodoh dari para pembenci tanpa ada satu bukti kukuhpun yang boleh mengaitkan IS dengan sifat2 khawarij yang dinyatakan.

Malah keganjilan “khawarij” IS kini ialah merekalah yang paling berkobar-kobar menaikkan jihad menentang sang kuffar serta Syiah serta mahu menegakkan sistem Khilafah dan shariah Islam didalamnya sedangkan kita termasuk mereka yang dungu sekalipun tahu sikap khawarij secara turun-temurun amat bencikan sistem Khilafah dan penerapan Shariah Islam yang tidak kena dgn selera mereka. Sungguh ganjil “khawarij” IS ini kerana merekalah “khawarij” pertama menongkah arus perdana khawarij apabila menegakkan semula Khilafah Islamiyah bukan meruntuhkannya.

Malah keganjilan “khawarij” IS ini ialah bukan mereka yang menyesatkan orang tapi mereka yang sering dituduh sesat(difitnah khawarij malah berlebihan dalam agama sedangkan jika diihat tiada satupun amalan bida’ah yg diamalkan mereka melainkan perkara yg sudah termaktub didalam Quran dan As-sunnah malah IS lah yang membunuh amalan bida’ah yang ada dikawasan pentadbiran mereka seperti meratakan para kuburan yang ditinggikan golongan penyembah kubur seperti syiah dan sufi.Malah keganjilan “khawarij” IS ini pernah dinyatakan oleh 2 ulama Islam tersohor iaitu Sayyid Qutb dan Sheik Al-Islam Ibnu Taymiyyah -Rahimahullah – iaitu: 

Syaikh Sayyid Qutb berkata : “Keanehan ummat ini. Tidak ada yang mahu berjihad di dalamnya kecuali khawarij. Tidak ada yang mahu berusaha menegakkan syariat kecuali khawarij. Tidak ada yang ditakuti oleh musuh-musuhnya kecuali khawarij. Dan kekhawarijannya terbukti ketika maut telah datang dan ia mati dalam keadaan tersenyum.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah pula berkata : “ketika orang-orang munafiq ingin menimbulkan keraguan tentang orang-orang yang haq benar. mereka(munafiq) menyebutnya(memanggil) “khawarij.” (majmu’ fatawa)

Membongkar Syubhat Murji’ah

✅TANDA ßAHAGIA DAN SENGSARA⛔

✏Al-Imam Ibnul Qoyyim al-jauziyah rahimahullah bertutur:
“Diantara tanda kebahagiaan seorang hamba :

1⃣ Semakin bertambah ilmunya, bertambah pula tawadhu’ dan kasih sayangnya.
2⃣ Semakin bertambah amalannya, bertambah pula rasa takut dan khawatirnya.
3⃣ Semakin bertambah usianya, ambisinya semakin berkurang
4⃣ Semakin bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanan dan kemurahannya.
5⃣ Semakin naik kedudukan dan statusnya,  semakin tawadhu, semakin dekat dengan manusia, dan berusaha memenuhi hajat mereka.
Sebaliknya, 
“Diantara tanda kesengsaraan seorang hamba :
1⃣ Semakin bertambah ilmunya, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya.
2⃣ Semakin bertambah amalannya, bertambah pula rasa bangga pada dirinya, dan merendahkan orang lain, serta menyangka dirinya sudah baik.
3⃣ Semakin bertambah usianya, ambisinya pun meningkat.
4⃣ Semakin bertambah hartanya, meningkat pula sifat bakhil (pelit) enggan untuk menginfakkannya.
5⃣ Semakin naik kedudukan dan statusnya, sifat sombong dan angkuh pun meningkat.
➡ Semua itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah, yang dengannya Allah menguji hamba-hambaNya. Ada diantara hambaNya yang beruntung, dan ada pula yang celaka.
✅ Demikian pula dengan berbagai kemuliaan, baik bentuknya kekuasaan, pangkat/jabatan dan harta, itupun ujian dan cobaan dariNya. Allah menyebutkan tentang Nabi Sulaiman-alaihis salam-, ketika terpesona dengan singgasana Bilqis:
َ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ 
“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur(akan nikmat-Nya)”.[QS. An Naml:40].
➡ Maka semua nikmat merupakan cobaan dan ujian dari Allah, dengan itu akan nampak syukurnya orang-orang yang bersyukur, dan kufurnya orang-orang yang kufur nikmat. Sebagaimana halnya musibah, itupun cobaan dariNya. Allah menguji dengan nikmat dan musibah. Allah Ta’ala berfirman :
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ * وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ* كلا…
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Rabbku telah memuliakanku”.

“Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Rabbku menghinakanku”. Sekali-kali tidak demikian! [QS.Al Fajr :15-17].
✅ Yaitu, tidak setiap orang yang Aku luaskan rezekinya, Aku muliakan dan memberinya nikmat, itu adalah bentuk pemuliaanKu kepadanya. Dan tidak setiap orang yang Aku sempitkan rezekinya, dan Aku berikan padanya musibah, itu adalah bentuk hinaan dariKu. Sekali-kali tidak demikian…
📙Al Fawaid, hal.148-149 

TIDAK ADA KERUGIAN DALAM BERJIHAD

Tidak Ada kerugian dalam berjihad
Akhie….. 

Kita menginginkan surga, akan tetapi kita  

tidak mau menapaki jalan yang harus ditempuh dan  

dilalui untuk menggapai surga.

Apa mungkin? 
Kita merindukan 72 bidadari, akan tetapi kita tidak siap  

dengan mahar yang harus kita persembahkan untuk  

meminangnya?
Maka suatu kebodohan jika orang  berharap kapal akan berjalan di atas pasir.

 Bukankah  begitu? 
Dalam sebuah kata-kata mutiara arab dikatakan: 

“Kalian menginginkan kesuksesan, akan tetapi kalian tidak  mau menempuh jalannya.
 (ketahuilah) bahwasanya kapal itu  tidak akan mungkin dapat berlayar di atas pasir”. (Tercantum  dalam Syu‟abul Iman oleh Imam al-Bayhaqi) 

Ikhwah fillah … 

Ketika dikejar-kejar musuh itu kita artikan kerugian,  

disebabkan kita baru saja berkumpul dengan ikhwah  

mujahid mathlub.
Jika dipenjara kita artikan kerugian, disebabkan kita baru saja bertemu dengan ikhwah  mujahid yang mathlub,
dan jika kita divonis hukuman  mati kita artikan kerugian disebabkan kita belum  membunuh musuh.
 Maka sesungguhnya selama ini kita  berjalan setengah sadar.
Ibarat orang bangun tidur maka  nyawanya belum ngumpul 100 %. 
⚠️Jika kita sedang dikejar-kejar, maka hendaknya kita  

mengingat kisah Ashabul Kahfi yang dikejar-kejar  

selama beratus tahun. 

⚠️Jika kita sedang dipenjara, maka hendaknya kita  mengingat kisah para ulama salaf terdahulu, seperti  Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah, Imam  Ahmad ibnu Hambal rohimahullah, dls.

Jika kita diekskusi mati, maka hendaknya kita mengingat  para nabi dan salaf sholih yang dihukum mati.

Seperti  nabi Zakaria, Yasir bapaknya Amar, Sumayyah ibunya  Amar, dll..
Kenapa begitu?

Karena jauh hari sebelum kita dikejar￾kejar, dipenjara dan dihukum mati.
Sesungguhnya  

orang-orang sebelum kita pun telah mengalami hal yang  serupa.
Sejak para nabi, para shahabat, tabi‟in dan orang￾orang sholih sebelum kita

 Bukankah begitu?
Tapi jika  antum tetap meyakini bahwasanya jual beli yang pernah  antum lakukan ini hasilnya rugi, maka saya tidak  memaksakan antum untuk sama seperti apa yang saya  

fahami dari ayat dan hadits junjungan.
Marilah kita  berjalan di atas jalan yang kita pilih masing-masing,  sambil menunggu keputusan Allah sang Maha Pemutus  Hukum lagi Maha Bijaksana. 
Wallohua’lam bishowab…
Risalah an nida’at 2

Jenis-Jenis Syirik Akbar

1.SYIRIK I’TIQODI
(Niat & tujuan)
Dalilnya; Surat Hud ;15-16

15; ” Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,

 niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
16: “Itulah orang-orang yang tidak mem­peroleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”
– Contoh; Orang berjihad, biar dkatakan berani n mengharap pujian dan ridho manusia, sodaqoh pngn dianggap dermawan , sholat biar dianggep orng sholih dll..
2. SYIRIK DO’A
Dalilnya; Surat Al ankabut ;65
” Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Alloh dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Alloh menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Alloh)”
Contoh;

Berdoa kepada nyi roro kidul agar panen ikanya melimpah (padahal dibohongin ma jin😂)

, berdoa kepada pohon besar, kepada kuburan dll
3. SYIRIK KETAATAN /(ATURAN & UNDANG2) 

⚠️Inilah Syirik yang merajalela saat ini namun tidak disadari umat yg mengaku islam.
Dalilnya; Surat At Taubah: 31
” Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidakada Tuhan (yang berhak disembah) selainDia. 

Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.”
Ayat diatas berkenaan dengan orang yang menghalalkan apa yang Alloh haramkan dan mengharamkan apa yg Alloh halalkan, kemudian ditaati/diikuti oleh masyarakat/pengikutnya.
Contoh; Pemrintah Nkri melegalkan khomr , mlegalkan pelacuran, riba, judi dll yg semua itu Alloh haramkan. 

Dan melarang hudud, qisos, jihad dll yg Alloh halalkan… 
Berarti pemerintah nkri ini merubah hukum Alloh. Maka yang mngikuti/loyal terhadapnya termasuk orang musyrik..
4. SYIRIK MAHABAH (SYIRIK KECINTAAN)
Dalilnya; Surat Al Baqoroh;165
” Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Alloh; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh….” 
Contoh:

Lebih mencintai pekerjaan sebagai anshor toghut (polisi,tni, banpol intel dll), padahal profesi pkerjaan itu haram, cz menjadi autad/ penegak hukum toghut… 

(Cieee… Ada yg kerasa nihh yee…🤓)
-contoh kdua: orang tua yg anaknya sakit, diobati ke dokter blm sembuh2 kemudian karena sayangnya terhadap anak dgn anggapan biar lekas sembuh, ortu ini mmembawa anaknya ke dukun. Dan ini mnjadikanya musyrik..
Wallohua’lam bishowab